"Best Seller itu penting, tapi jangan yang penting Best Seller"
(A. Fuadi)
Saya siang tadi mendapatkan kiriman OmJay di Grup KBMN 28 mengenai materi mahal pada malam ini, Sontak saya langsung mendaftar walaupun tadi siang saya dalam perjalanan ziarah bersama rombongan guru SMA Negeri 1 Rantau tetapi saya yakin bahwa malam hari sudah ada di kota tempat saya tinggal, dan Alhamdulilah terkabul keyakinan saya. Apalagi materi kali ini langsung dibawakan oleh penulis novel Best Seller yang bernama Ahmad Fuadi dengan judul novel beliau adalah " Negeri 5 Menara". Dan hebatnya setelah menjadi best seller , novel tersebut diangkat sebagai film.
Menurut Ahmad Fuadi best seller itu terjadi karena akibat dari bagus dan baiknya karya yang telah dibuat, tetapi best seller itu bisa dipersiapkan namun tidak bisa dipastikan. Adapun di Indonesia secara umum tidak ada standar untuk novel best seller karena tergantung penerbit. Jika kita lihat saja gramedia, untuk dikategorikan menjadi best seller adalah saat terjual 3 bulan pertama sebanyak 3000 eksemplar dan cetak ulang, dan untuk mega best seller terjual 100.000 dalam setahun.
.jpg)
Best seller itu terjadi karena 3 kategori yakni :
- Kualitas, novel yang dibuat mempunyai kualitas pada tulisan, cerita,dan tampilan.
- Kebaruan, bahwa novel yang dibuat menceritakan sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda, karena seperti pepatah "Selagi ada matahari menyinari dunia, maka sebenarnya tidak ada yang baru". Seperti novel "Negeri 5 Menara" ini menurut narasumber bahwa yang menceritakan pesantren itu banyak tetapi yang bercerita rinci hari per hari, jam per jam dan kehidupan yang begitu heboh didalam pesantren hanya saya, atau dulu pernah ada tetapi tidak ter-ekspos dengan baik. Maka saran dari narasumbe sering-seringlah ke toko buku untuk melihat apa yang lagi trend dan jika menulis mengenai hal tersebut, gunakan alternatif sudut pandang lainnya.
- Follow Up, terkadang kita sudah menulis bertahun-tahun ketika buku selesai kirim ke penerbit, kita anggap sudah selesai, ternyata itu tidak cukup. Kita sebagai penulis sekarang harus lebih proaktif mengenalkan buku kita atau usaha promosi karena dengan kecanggihan teknologi sekarang mengganggu fokus orang, jadi teruslah promosi.
Tulisan yang Baik
Bagaimana langkah-langkah narasumber menciptakan karyanya ?
- Luruskan niat adalah pondasi paling penting dalam menulis, semakin niatnya jelas dan kuat maka akan mempengaruhi kualitas. Maka tanyakan selalu hal tersebut pada diri kita.
- Pastikan topik yang kita tulis adalah topik yang kita kenal,paham, dan suka. Kadang kala kita menulis karena bukan kita suka tetapi karena lagi trend. maka harus ada kepedulian besar pada topik yang kita angkat, itulah yang membedakan kita menulis karena trend dengan yang dari hati,rasa yang kuat pada tema tersebut.
- Perlu riset yang kuat dan mendalam. Untuk karya non fiksi perlu riset juga,dan tidak boleh setengah-setengah.
- Konsistensi dalam menulis. Menulis itu tidak harus ngebut tetapi harus konsisten, seperti kata pepatah " sedikit sedikit lama lama menjadi buku".
Riset
Narasumber mencontohkan bagaimana riset dalam novel "Negeri 5 Menara". Narasumber dulunya sudah menjalani dunia pesantren cukup lama dari umur belasan tahun, dan mulai menulis novel ini sekitar umur 30-an sehingga momen ketika dipesantren ia punyai walaupun tidak detail. maka langkahnya adalah :
- Mengingat moment penting saat pulang kampung ketika dari dipesantren, mencari buku harian waktu di pesantren, dan dibaca ulang. Bagian yang penting beliau tarik jadi bahan meracik novel. Bahkan ibunya menyimpan surat yang dikirim oleh narasumber, itu pun menjadi bahan paling penting untuk bahan novel.
- Membaca buku mengenai anak asrama. Di Indonesia belum ada buku mengenai kisah asrama,akhirnya beliau mendapatkan buku luar yang bercerita tentang topik tersebut dengan judul " Tom Brown's Schooldays" berkisah kehidupan anak asrama di Inggris, lalu "Little Men Louis May Aicott", ada juga "5 sekawan", "Joy Boys", "Harry Potter".
Cerita yang Baik
Cerita yang baik bisa melintasi batas, baik batas agama, budaya, negara. Karena cerita yang baik adalah cerita yang bisa dinikmati oleh semua manusia. Bahkan cerita yang lokal, dekat dengan sekitar kita pun bisa menjadi buku best seller.
" Best Seller adalah yang disukai kebanyakan orang, maka itu yang kita ikuti dalam membuat
kemasan cover"
Kemasan Tulisan
Untuk membuat novel best seller kita harus peduli dengan kemasan seperti editing, sampul, promosi (Offline dan online). Maka kalau novel kita sudah terbit, lihatlah kemasan baik atau tidak, sayang jika tulisannya menarik tetapi kemasannya kurang begitu menarik.
Narasumber dalam membuat kemasan novelnya awalnya pergi ke toko buku dengan melihat trend sampul. Pada umumnya setelah ke toko buku judul buku rata-rata di bagian atas, maka narasumber pun mempunyai ide bahwa menaruh judul di tengah. Waktu itu belum banyak yang mempunyai judul di tengah. Lalu kebanyakan judul itu berupa kata-kata maka narasumber membuat ada angkanya. Bagaimana kalau tida bisa mendesain kemasan cover ? Narasumber berkata tugas kita bukan membuat cover tetapi bagaimana memberikan filosofi,ide, pandangan, nilai terhadap cover yang akan dibuat kepada orang yang jago desain serta menginterpertasikan kemauan kita, sehingga kita dapat ide yang baru.
Jangan lupa juga untuk promosi, karena sayang jika hanya ada di buku rak kita saja. Jadi lakukan promosi dengan semaksimal mungkin, bisa melalui offline maupun online.
Sesi Pertanyaan
1. Ibu Rukmini Ambarwati dari Sidoarjo, Bagaimana membuat buku atau novel agar menarik dan indah dalam menulisnya selain yang disampaikan narasumber ?
Jawaban : Ketika draft pertama, ceritanya berantakan,itu hal yang biasa. Beliau selalu memperbaiki, cara memperbaikinya adalah dengan mencari teman untuk membantu yakni teman terdekat (istri). Jadi teman tersebut memberikan banyak masukan setelah membaca cerita kita, itu terus berlangsung. Penulis pun harus membuka diri untuk diberi masukan oleh teman terdekat. Setelah itu biasanya muncul draft kedua, beliau mencari teman yang berbeda latar pendidikan, suku, kepribadian, sekitar 10 orang, beliau kirim draft tersebut dan meminta masukan dari mereka. Masukan yang menarik dan lebih baik dijadikan perbaikan untuk naskah. Jadi ada proses panjang. Jadi tulisan menjadi menarik karena tulisan selalu diperbaiki dan melibatkan banyak orang.
2. Ibu Anita Wanodiya dari Sidoarjo, Bagaimana membuat judul novel yang bagus karena saya masih pemula?
Jawaban : Pengalaman narasumber biasanya ketemu judulnya ketika sudah tulisan 90 persen dalam membuat buku atau novel. Selama proses menulis, beliau mengumpulkan calon judul, jadi ketika sudah tulisan 100 persen, maka beliau membuat short list, 5 calon paling kuat, beliau gabung-gabung. Lalu buat lagi 3 short list dan membagikan ke teman-teman meminta pendapat tanpa memberi tahu sinopsis agar mengetahui reaksi yang terbaik. Tetapi sebagian ada yang diberi sinopsis. Maka jangan terbebankan dengan judul.
3. Ibu Yuniati Akbariah dari Semarang, menurut narasumber apakah benar buku best seller itu rata-rata tulisannya ada tempat keluar negeri, lalu Saya sudah membuat novel tetapi terhambat karena kehabisan diksi padahal masih banyak yang ingin diceritakan ?
Jawaban : Mungkin benar tapi tidak semua, karena mungkin pembaca mencari inspirasi, jadi itu tidak harus tetapi kalau untuk menguatkan cerita maka silahkan tetapi jangan sampai memaksakan.
Untuk stuck itu hal yang biasa dan normal, jadi yang penting mencari jalan solusi, salahsatu solusinya adalah tinggalkan sementara atau mencari kegiatan lain terlebih dahulu tapi jangan sampai bertahun-tahun. Lalu kembali kebab Tulisan yang Baik di atas. Atau melihat kerangka tulisan, kalau narasumber membuat mind map yang berhubungan dengan inti cerita, biasanya di tempel oleh narasumber. Jadi kita bisa mengembangkan tulisan kita.
Saya kebetulan mengikuti materi kali ini pada https://youtube.com/live/qurK0WEZ4LY?feature=share. Dari menit 0 sampai 2:12:44 isinya daging (penting) semua untuk penulis apalagi penulis pemula seperti saya. Semoga ilmu malam ini membuahkan manfaat yang besar untuk kita semua, dan untuk narasumber serta panitia diberi kesehatan selalu oleh Allah SWT. Aamiiin.
Alhamdulillah. meskipun saya tidak menyimak langsung pelajaran malam ini, tetapi saya terbantu dengan membaca Resume yang dibuat Pak Edmu. Terima kasih. Saya berharap bisa mengambil manfaat dari Resume ini. Ingin juga sih bertanya langsung kepada mas Ahmad Fuadi. Adakah beliau memberikan nomor kontaknya?
BalasHapusMantap
BalasHapusAlhamdulillah....
BalasHapusTerima kasih pak Edmu.
Sy kmrn gk bisa ngikuti krn bareng kegiatan
Terimakasih
BalasHapusBaca resume aja, lupaa eehh mau ikutan.
BalasHapus