Orientasi Pengembangan Pembelajaran PAI SMA/SMK Abad 21 Part 1


Hari/Tanggal : Rabu, 15 Maret 2023

    Saya mengikuti kegiatan ini melalui zoom yang dikirim oleh Ibu Hj. Fahrina Bidang. PAPKIS Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan di Grup WA. dan agak terlambat karena sedang mengikuti Kelas Belajar Menulis Nusantara di bawah naungan PGRI, tetapi semoga tidak mengurangi inti dari materi hebat malam ini. Kali ini pemateri adalah Bapak Dr. Faisal Ghazali, banyak pertanyaan mengapa di capaian pembelajaran tidak diurut ? karena cara pengajaran PAI  tidak harus sesuai urutan dalam merumuskan kedalam ATP. Gurunya merdeka mempunyai inisiasi untuk mencerdaskan anak. Makanya Bapak/Ibu jangan terkungkung dengan urutan. keenam dimensi (Ibadah, Aqidah, Nabi atau Rasul, Al Qur'an dan Al Hadist, Sejarah atau tarikh, atau sirah, dan Akhlak) tersebut dikaitkan dengan Allah yang bersifat realitas tertinggi yang tidak dapat di falsifikasi ( non falsifiable postulated alternate reality).
    Sempat diawal-awal Mas Menteri isunya ingin menghilangan Pendidikan Agama , tetapi dalam pertemuan antara Mendisbudristek dengan komisi X DPR, pada Senin 22 Juni 2020, bahwa mapel agama berdiri sendiri (stand alone) sebagai subjek.


    Perlakuan terhadap mapel Agama tidak bisa disamakan dengan mapel lain. Agama bukan sebatas pengetahuan, tetapi juga terdapat doktrin, ritual, text suci, serta moralitas yang tidak ditemui pada mapel lain. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti secara bertahap dan holistik diarahkan untuk menyiapkan peserta didik agar :
  • Mantap secara spritual.
  • Berakhlak mulia.
  • Memiliki pemahaman akan dasar-dasar agama Islam serta cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pendidikan agama Islam dan Budi Pekerti secara umum harus mengarahkan peserta didik kepada :
  • Kecendrungan kepada kebaikan.
  • Sikap memperkenankan.
  • akhlak mulia.
  • Kasih sayang untuk alam semesta.

    Jangan terpaku pada sintak,sintak ketika didalam pembelajaran, fokuslah pada kebutuhan siswa. Maka diawal pembelajaran gunakanlah Assesmen Formatif (Awal dan Proses). Ketika ingin mengembangkan pembelajaran ditarik rasional, tujuan, dan karakteristiknya. Maka motivasi anak supaya aktif berdiskusi serta  aktif bertanya. Apakah Taksonomi Bloom yang direvisi itu boleh digunakan? boleh.


Maka setelah dikritalisasi, PAI disajikan dalam 5 elemen keilmuan, yakni Al Qur'an dan hadis, Akidah, Akhlak, Fiqih, dan Sejarah Peradaban Islam. Melalui 5 elemen ini, PAI berkontribusi dan menguatkan terbentuknya profil pelajar pancasila sebagai pelajar sepanjang hayat yang beriman dan bertaqwa, serta berakhlak mulia, menyadari dirinya bagian dari penduduk dunia dengan berkepribadian dan punya komptenesi global, mandiri, kreatif, kritis, dan bergotong royong.


Pertanyaan
1. Mengapa tidak memasukkan muamalah kedalam elemen? Karena muamalah itu hal penting untuk bersosialisasi dalam pergaulan
Jawaban : Itu sudah tersurat di elemen Akidah , Akhlak dan Fiqih.

2. Dr. Huda bertanya Mengenai moderasi beragama kan harusnya bebas didalamnya menurut perspektif saya sebagai warga negara yang dijamin kemerdekaan saya, contoh misalnya saya NU ya gapapa, atau Wahabi ya gapapa, terserah pilihan, Kalau tidak setuju nanti dibilang Radikal. 
Jawaban : Untuk moderasi beragama ada sesinya, besok Dr Munir. Moderat itu bagaimana kita bisa memaknai tidak terlalu berlebihan dalam beragama.

3. Di sekolah saya banyak yang belum bisa mengaji, sementara capaian pembelajaran pada SMA menghendaki anak sudah berpikir kritis, bagaimana menyikapi hal tersebut ?
Namanya capaian juga mempertimbangan usia perkembangan anak. CP itu bukan minimal kompetensi, tapi lihatlah di fase, seandainya tidak mencapai jangan dipaksa. Karena tidak ada anak bodoh, dan tidak ada istilah mengulang fase. Setiap anak punya potensinya.
Ibu Cut Darmiaty, S.Pd.I pun memberikan saran bahwa disekolahnya bagi yang belum bisa ngaji, itu dibimbing dari awal melalui pembinaan mulai dari Iqra 1 sampai 6, sesuai tingkat yang dibutuhkan.

4. Penilaian sumatif sebagai penentuan naik kelas dan kelulusan masih ada di pedoman standar Asesmen penilaian nomor 21 tahun 2022. Ini bertolak belakang dengan kurikulum merdeka yang bapak jelaskan bahwa tidak ada naik kelas. Bagaimana menurut bapak ?
Hal baru pada kurikulum merdeka, kalau dulu kita mengabungkan antara sumatif dan formatif dijumlahkan dibagi dua. Sekarang formatif adalah proses yang melakukan perbaikan saat pengajaran langsung dibenahi. Makanya sekarang tidak digabung antara formatif dan sumatif. Intinya banyak baca di panduan di PMM.

5. Apakah siswa yang jarang masuk , tetap dinaikan fase ?
Jawaban : Ketika dia melakukan hal itu, ada yang ia tidak capai,itu masalah attidute/ etika. Tapi belum tentu ia tidak mencapai pada kompetensi lainnya. Makanya kolaborasi itu dibangun. Jangan jadikan landasan ketidak masukannya untuk tidak menaikan kelas  ,tapi tidak ada kebijakan mengulang fase. CP itu apakah harus seluruh nya dicapai ? tidak ada kata harus tersebut, makanya pada akhir fase/umumnya. Ini berat karena masih beredar paradigma sanksi. Fokus utama kita adalah mengedepankan murid, bukan kepentingan guru, itu paradigma kita sekarang ini. Itu akibat dari masa transisi sekarang ini.

6. Di SMK kelas XII, kita akan menemui situasi di semester 6, struktur kurikulum tidak ada teori karena PKL sedangkan di kurikulum 13,PKL itu dikelas XI, sehingga di kelas XI assement akhir,dan lain lain fokus dikelas XII, Bagaimana kedepan bagi IKM untuk SMK ?
Jawaban :
SMK itu sistemnya blok. Jadi diakhir itu fokus untuk praktek kerja lapangan. Lebih fleksibel walaupun direguler boleh blok, sebenarnya dia itu hanya menempatkan alokasi waktu per tahun, pelaksanaannya bebas. Tetapi direguler terbiasa terstruktur, di SMK unik karena dia disiapkan untuk bekerja.

7. Saya merasa hasil dari P5 itu jauh dari nilai tradensi, spritualnya kering,walaupun ada gotong royongnya. Padahal idealnya P5 itu untuk memasukkan nilai-nilai karakter tetapi ketika kita dihadapkan dengan mapel lain, karena tidak seirama.  
Jawaban : P5 itu adalah memperkuat sebenarnya. Karena kita fokus kepada alokasi waktu saja makanya seperti yang ibu sebutkan. Tips dari saya matangkan persiapan sebelum membentuk tim, cermati lagi panduannya, jangan asal tunjuk tanpa ada pemahaman. Komunikasi harus terus menerus dilakukan. Dalam pelaksanaannya terkait Mentalitas masing-masing guru. Yang terpenting hasilnya bukan pameran hasil sebenarnya.

Ibu Ulil mengatakan "Kami yang ada disekolahan lumayan bagus di Malang, untuk menanamkan karakter siswa itu jauh lebih susah sekarang ini, mohon yang diatas lakukan evaluasi secara teliti dan benar-benar  untuk turun ke bawah. Pameran karya dan lain-lain itu pasti membutuhkan biaya, apalagi kebijakan zonasi itu berpengaruh ditambah lagi efek pandemi kemarin. Kejenuhan semakin tampak dari Murid, apalagi guru semakin haus mengakibatkan memaksakan hal tersebut kepada murid." Kebijakan SNMPTN PAI 40 %  untuk mapel PAI Ibu tersebut berterimakasih karena itu PAI tidak menjadi pelajaran yang terpinggirkan lagi, karena selama ini hanya mata pelajaran tertentu yang di drill , tetapi tantangannya bagi guru PAI sekarang bagaimana murid tidak hanya mengejar nilai tersebut. Tetapi untuk kebijakan ini saya mendukung. 
Bapak Faisal mengatakan bahwa kita bukannya diam untuk kebijakan P5 dan semacamnya, karena kita mempunyai binaan melalui Lokarya dari situ kita mengevaluasi, dan kebijakan ini setiap tahun bisa berubah agar semakin matang dan lebih baik. 

Pada malam ini penyelenggaraan zoom ditengah jalan belum berjalan dengan mulus, dikarenakan masih adanya suara dari audiance lain yang membuka voice dengan mute padahal lagi di acara lain, mengakibatkan suara pemateri tidak kedengaran. Dan sampai saat tulisan ini dibuat, suara pemateri hilang sama sekali. Padahal materinya sangat bagus luar biasa untuk dipraktekkan oleh guru SMA/SMK di seluruh Indonesia wabil khusus Kalimantan Selatan Kabupaten Tapin. Tetapi sekarang sudah mulai bagus lagi, semangat selalu panitia penyelenggara.

Kesimpulannya pada malam ini adalah  fokusnya PAI membentuk karakter dan berguna dimasyarakat. Makanya sebenarnya tidak ada siswa yang tidak naik kelas. Dan sungguh kurikulum merdeka untuk PAI ini sangat fleksibel, makanya di ATP ada nomor, agar bapak/ibu bisa menyesuaikan indikator yang akan diajarkan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dan kita tidak perlu khawatir bahwa suatu saat PAI akan dihapus, itu tidak akan terjadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasakan Atmosfer Menulis !

Antologi Surga Berbagi

Pentingnya Diksi dan Seni Bahasa