Keluarga Baru dan Perjuangan
Pada malam tadi jumlah peserta yang menghadiri zoom sebanyak 103 peserta dari seluruh Indonesia. Bermacam latar belakang ikut menyaksikan penutupan yang sederhana tapi elegan ini. Tak juga ucapan terimakasih sebanyak banyaknya kepada ketua panitia KBMN gelombang 28 yakni Ibu Mutmainah serta Ibu Widya yang selalu memberikan arahan agar terlaksana acara malam tadi dengan baik.
"Lebih baik karya tulis buruk tapi bisa diperbaiki dibandingkan kita mengambil karya orang lain atau tidak menghasilkan karya apapun"
(Catur Nurrohman)
Serta terimakasih kepada Ibu NDY yang dengan senang hati meminjamkan zoom dan youtubenya untuk mengabadikan acara penutupan malam tadi. Untuk lebih lengkapnya silahkan ke sini https://www.youtube.com/live/Tdz4ll5zgjk?feature=share. Dan terimakasih juga kepada seluruh TIM SOLID Om Jay didalamnya narasumber dan mentor yang sudah selalu sabar dan ikhlas membimbing dan mengarahkan para peserta agar bisa menelurkan karya-karyanya.
KBMN ini sudah banyak memberikan pengalaman kepada saya, disamping pengalaman menulis buku solo dan buku antologi, hal lainnya adalah pengalaman menyelenggarakan acara di dunia maya. Dengan bermodalkan grup whatshapp kami panitia saling berkoordinasi ditengah kesibukan , sungguh luar biasa.
Terimakasih selanjutnya kepada OmJay yang sudah menginisiasi terciptanya pelatihan KBMN 28 yang bermodalkan 2 M (makasih makasih) dengan diisi oleh para pakarnya dibidang dunia menulis. Dalam sambutan beliau tadi malam berpesan "teruslah menulis walau tidak ada yang membaca, jangan sampai setelah acara ini selesai, blog yang indah ini menjadi sarang laba-laba." dan OmJay menekankan akan pentingnya kolaborasi agar bisa bersama-sama membangun pendidikan literasi yang masif di daerah-daerah. Om Jay pun mengajak untuk menulis nanti selama di Bulan Ramadhan. Menulis itu gampang, hanya tuliskan pembuka, lalu isinya, dan penutup. Tuliskan saja hal yang terjadi disekililing kita.
Terimakasih juga kepada perwakilan Kemdikbudristek Bapak Dr. Praptono, M.Ed sebagai Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan yang berkenan hadir di acara penutupan ini. Beliau mengatakan bahwa Mas Mentri pada 27 Februari 2023 ini melauncing paket kebijakan ke 23 buku bacaan bermutu untuk literasi Indonesia. Pada tahun 2022 Kemdibudristek menyalurkan 15 juta eksplempar buku kepada 20.000 satuan pendidikan PAUD dan SD khususnya daerah-daerah yang masih sangat tertinggal. Namun demikian, jika kita melihat Asesmen Nasional kemampuan literasi kita masih sangat rendah dan jauh tertinggal dari negara-negara lain. Padahal literasi bisa menjadi pondasi dari kita melakukan peningkatan di bidang numerasi. Hasil Assemen tahun 2021 Kemdikbudristek mendapatkan hasilnya, masih 63 % satuan pendidikannya literasinya rendah. Kemdikbudristek mendapati bahwa salahsatu penyebab numerasi rendah itu adalah literasi yang rendah. Kemampuan literasi yang tidak cukup untuk memahami konsep nalar kritis yang menyebabkan numerasi rendah. Makanya tidak salah pemerintah sekarang berfokus kepada dimulai dari literasi. Mengapa literasi kita rendah ? karena keterbatasan penyediaan bahan bacaan. Tidak kalah pentingnya lagi adalah menumbuhkan kebiasaan menulis. Kita dalam menjalankan kebijakan merdeka mengajar selalu diakhiri dengan aksi nyata ,ketika sedang melakukan seleksi calon guru penggerak , calon kepala sekolah penggerak, kemdikbudristek mensyaratkan pelatihan tersebut dengan menulis essay. Dari hasil evaluasi seleksi tersebut secara umum guru guru kita sangat kesulitan dalam hal menulis essay. Dan ini sangat relevan dengan jumlah buku-buku yang sedikit, angka penerbitan yang sangat rendah , bahkan ketika kita melihat proses kenaikan pangkatnya maka titik tertentu 4B ke 4C masih kesulitan dalam hal menulis. Semoga komunitas menulis ini tidak hanya berputar disebagian guru Indonesia tetapi bisa memantik keinginan guru-guru yang lain menggerakan kesadaran untuk memperbanyak menulis. Menyediakan bahan bacaan yang lebih bervariasi. Apalagi yang ditulis itu sangat dekat dengan keseharian anak-anak.
Terimakasih juga kepada perwakilan dari PB PGRI Bapak Catur Nurrochman yang sedang ada kegiatan di Yogyakarta tetapi masih menyempatkan hadir di acara ini. Diantara pesan beliau adalah masih rendahnya literasi dikalangan guru makanya pengurus PGRI sejak lama menginisiasi literasi dengan membuat Asosiasi Guru Penulis, dan Melalui KBMN ini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam menulis. Diharapkan dengan meningkatnya kemampuan menulis sehingga bisa menularkan ini kepada anak didiknya. PGRI juga berupaya agar dalam menulis bisa menjauhkan dari unsur plagiat, menjiplak karya orang lain ini adalah salahsatu etika dalam menulis. Kejahatan terbesar adalah mengambil karya orang lain dan mengakuinya. Makanya kita sebagai guru harus menunjukkan keteladanan dengan menulis orisinal.
Terimakasih juga kepada Ibu Aam Nurhasanah dan Bapak Dai'l Ma'ruf yang sudah memberikan testimoni narasumber pada malam tadi. Bapak Da'il Mar'uf berpesan bahwa tulislah selalu, walaupun tulisan kita tidak banyak yang membaca tetapi minimal kita sudah berbagi kebaikan. Ibu Aam Nurhasahah pun berpesan bahwa selalu terus mencoba hingga banyak karya yang kita telurkan. tetap terus belajar, tetap rendah hati, jangan sombong, manfaatkan ilmunya dengan berbagi. Tetap semangat, jika gagal coba terus sampai berhasil.
Akhirnya saya pun menyimpulkan bahwa sejatinya ini bukanlah perpisahan tetapi permulaan perjuangan untuk menyebarkan virus literasi kepada seluruh guru dan peserta didik yang ada di Indonesia. Dengan semangat kolaborasi tentunya kita akan bisa berkontribusi untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Dan yang paling terpenting KBMN 28 bukanlah hanya kegiatan pelatihan menulis tetapi lebih dari itu KBMN 28 adalah keluarga. Tugas anggota keluarga adalah saling merawat, saling menasehati, dan saling memberi semangat. Rawatlah tulisan kita dengan komitmen menulis setiap hari. Berikan nasehat agar kita dapat menulis dengan benar dan manfaat. Serta ketika iman menulis kita mulai turun mari saling memberikan semangat agar bisa sukses bareng dan bermanfaat bareng dengan satu tujuan Majunya Pendidikan Indonesia.
Bagi yang belum menyelesaikan rangkaian syarat untuk mendapatkan sertifikat 64 jam ini, terus semangat, masih banyak waktu untuk menyelesaikan. Terpenting luangkan waktu untuk menulis walau hanya 3 menit dalam lingkaran waktu 24 tersebut. Karena sejatinya kesibukan adalah hal yang kita prioritaskan dalam hidup. Sudah tepatkah prioritas kita ? Mari refleksikan.
Berikut adalah video mengenai perjalanan keluarga KBMN 28, selamat menyaksikan.
Berikut adalah perolehan sementara yang lulus hingga malam tadi.
Berikut adalah hasil karya peserta KBMN 28
Berikut adalah kesan pesan peserta KBMN 28
Yuhuuu, terharu eehh.
BalasHapusKereen ibu Ekaa puisinyaa
HapusKeren Ketua. Always ter the best.
BalasHapusIbu Juga, MCnyaa mantaapp
HapusMasya Allah..terus berkarya anak muda👍🏻👍🏻😍
BalasHapusSiaapp,ibu Sekretariss juga yaaaa...doanya selalu buuu
HapusMasya Allah tabarokallah super lengkap sekali mantap
BalasHapushihii sebagian konsep nyonteek bapaakk
Hapus