Tips Teknik Menulis Fiksi bersama Prof. Dr. Wahyudi Siswanto Bagian 1

 

" Tulislah buku yang inspiratif, agar bisa mengubah orang menjadi lebih baik"
(Wahyudi Siswanto)

        Sebelum mengikuti zoom materi kali ini, penulis pulang sehabis dari makan malam dan melihat disamping jalan kantor Kodam Kabupaten Tapin yang dilalui ada tulisan " Sekecil apapun kebaikan yang kalian berikan , maka akan berdampak besar bagi satuanmu, maka kreatif dan inovatiflah"  Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan Bunda Asma Nadia kemarin malam, bahwa niat atau alasan menentukan kualitas cerita yang akan kita buat dan terciptanya karya dari cerita tersebut. Alasan saya adalah berkontribusi untuk sekolah saya agar literasi berjalan dengan sepenuhnya, bukan hanya murid saja yang disuruh untuk literasi, tetapi gurunya membuktikan juga bahwa dapat membuat literasi menjadi menyenangkan dan bermanfaat bahkan bisa memberikan contoh dengan membuat cerita baik itu non fiksi maupun fiksi. Materi malam ini sangat bagus sekali karena langsung dengan pakarnya sastra, semoga kita bisa mengambil ilmu ini dan mengaplikasikannya kedalam cerita-cerita yang akan kita ciptakan.
        Narasumber kali ini sudah menelurkan 52 karya buku dalam hidupnya. Beliau berkata mengenai diantara bekal dalam menulis fiksi adalah :
  • Kemauan, dalam menulis harus ada hal ini, lalu fasilitasi bekal ini dengan langsung menulis, urusan hasil itu serahkan saja kepada Allah SWT.
  • Kepekaan, segala hal yang kita lihat, dengar, alami, cerita orang lain ,film yang kita lihat, lagu yang didengarkan , itu sebenarnya bisa menjadi bahan untuk cerita. Jadi mulailah tuliskan apa yang kita rasakan. Bagaimana cara mengasah kepekaan ? banyaklah membaca karya orang lain agar kita bisa mempunyai kepekaan tulisan.
  • Pengalaman, kalau kita sebagai penulis pemula, maka tulis saja, jangan kebanyakan berpikir hingga tidak ada tulisan yang kita tuangkan. Pengalaman apapun yang kita atau orang alami bisa menjadi bahan untuk cerita.
  • Pengetahuan, buku-buku karya orang lain apapun, bisa menjadi bahan kita juga untuk cerita yang kita akan ceritakan, atau pengetahuan kita tentang sesuatu pun bisa menjadi bahan, misalnya pengetahuan lukisan monalisa itu sebenarnya bisa kita dalami mengapa bisa tercipta, apa latar belakangnya dan lain sebagainya.
  • Kreatifitas, berpikir alternatif dalam membuat cerita atau ketika sudah menemukan tokoh yang akan dibuat. Imajinasi mainkan dalam membuat cerita, contohnya Tonny yang dipaksa menjadi guru bahasa Indonesia oleh orangtua, tetapi dalam hatinya ingin menjadi dokter spesialis karena waktu SMA bermasalah dengan guru bahasa Indonesia dengan mengatakan bahwa ia tidak mungkin menjadi dokter, tetapi akhirnya Tonny bisa membuktikan dengan keinginan yang kuat dapat menggapai cita-citanya menjadi dokter spesialis terkenal di Surabaya. 
Apa Pesan yang Mau Disampaikan ?
    Dalam menyampaikan pesan dalam cerita, buatlah 1 atau 2 kata/kalimat untuk mengembangkan cerita yang didalamnya ada pesan yang kita sampaikan. Rencana cerita novel yang akan saya buat adalah 
1. Bahwa kita harus mendengarkan isi hati kita daripada harus selalu mendengar suara sebagian masyarakat yang tidak mengenal dirimu, karena yang menjadi raja dalam hidupmu adalah dirimu.
2.Walaupun kita seorang Raja bagi diri kita, terkadang kita perlu mendengarkan orang yang ahli dalam bidangnya/pengalamannya untuk menjadi pertimbangan solusi  terhadap masalah yang kita jalani.
3. bahwa terkadang apa yang diinginkan tidak bisa dicapai semua dalam dunia ini, tugas manusia adalah berusaha dengan maksimal, urusan hasil adalah milik Allah SWT.

Premis
Premis adalah pernyataan yang kita kembangkan didalam cerita kita. Kalau kita mau buat cerita buatlah ringkasan cerita dalam satu paragraf yang didalamnya sudah ada pesan. Menulis itu gak pakai lama. Cara membuat premis adalah Keinginan + Hambatan.
Premis itu adalah seorang tokoh/peristiwa mempunyai tujuan tetapi dalam menggapai tujuannya terdapat beragam hambatan.

        Nanti dalam membuat cerita buatlah seperti contoh diatas untuk membuat ringkasan yang akan dikembangkan nantinya dalam sebuah cerita. Sumber premis adalah pengalaman diri sendiri, pengalaman orang lain, cerita dari buku, film, lagu, puisi, dan lain-lain. Kita akan mencoba premis.

Keinginan        : Thomas yang ingin menikahi Angel setelah lulus SMA
Hambatan      : 1. Angel yang trauma mengenai pernikahan karena orangtuanya cerai diwaktu kecil 2. Thomas yang disuruh orangtuanyan untuk melanjutkan pendidikan S1 3. Angel ingin hidup sendiri 4. Banyak lelaki yang mendekati Angel.
Tujuan           : Thomas berdamai dengan kehidupan, bahwa apa yang diingikannya terkadang tidak bisa dicapai semua dalam dunia ini , Thomas lulus hingga S2 dan langsung bekerja di Universitas Turki, Angel memilih sendiri hingga sekarang tanpa pasangan dan Thomas menikah dengan wanita yang mencintai ia.

Kembangkan Premis Menjadi Alur

" Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua diciptakan Tuhan dengan penuh perhitungan"
( Prof Dr. Wahyudi Siswanto)

    Alur adalah rangkaian cerita yang berupa pengenalan, konflik, rumitan, klimax, peleraian, dan penyelesaian. Menurut narasumber alur yang sempurna adalah alur Tuhan, betapa hari ini tidak tahu kenapa harus bertemu dengan seseorang hari ini ? kenapa tidak dari kemarin ? 

Jenis-Jenis Alur
1. Alur Maju, sekarang adalah hari rabu, terus hari kamis terjadi peristiwa terjatuhnya motor yang dikendarai oleh Samsul.
2. Alur Mundur, Seorang profesor menceritakan pengalamannya mengenai 25 tahun yang lalu.
3. Alur Gabungan

Tahapan Alur

Pengenalan = Siapa tokoh ini ? darimana ? kapan? karakternya seperti apa? sifatnya bagaimana ? Perkenalan bisa di awal, bisa juga BAB Khusus seperti buku Laskar Pelangi .

Konflik = Perbedaan kepentingan antara 2 orang atau beberapa orang. Contohnya ketika ada seorang ingin badminton tetapi disatu sisi ada tamu yang ingin datang, lalu kita memilih pilihan apakah ingin bermain badminton, atau menerima tamu, akhirnya ia tidak jadi bermain badminton dan mengiyakan menerima tamu. Konflik itu bisa konflik keluarga, konflik pikiran, dan lain-lain.

Krisis/Rumit = Permasalahan yang semakin konflik, dari sini muncullah imajinasi untuk membuat konflik yang rumit.

Klimaks = Puncak dari konflik, yang menentukan nasib atau pilihan si tokoh.

Penyelesaian = Cerita bisa happy ending atau sad ending.

PR dari Narasumber adalah seperti dibawah berikut ini.
Berikut adalah contoh dari cerpen "Saatnya Tiba" dari narasumber.


Gaya Bercerita
  1. Dramatikal/lebih banyak dialog.
  2. Buku harian.
  3. Berbalas pesan.
  4. Kesaksian-kesaksian dari tokoh lain.
  5. Sudut pandang dari tokoh lain (bisa manusia, benda, hewan, atau tumbuhan )
  6. Cerita berbingkai (cerita dalam cerita) 
Sesi Pertanyaan
1. Eka Ludi, Bagaimana untuk memilih alur agar klimaksnya lebih greget ?
Jawaban : Cerita jangan yang biasa aja agar tidak terduga. Tema harus bisa keluar dari yang umum, dari sudut yang berbeda. 

2. Nurul Hidayati, Bagaimana membuat diri ini mengalir dalam menulis padahal saya adalah guru Bahasa Indonesia dan biasa mengajar pada siswa ketika membuat cerpen dan memberi masukan, tetapi untuk diri saya sendiri sulit dalam menulis ? 
Jawaban : Kalau mau nulis, tulis saja,pokoknya nulis dulu. Anak itu akan lebih hormat pada kita walaupun tulisan kita dibawah kualitas muridnya. karena yang dilihat murid adalah usaha kita berkarya. Harus dimulai !

3. Mukti Jani, Apakah usia senja menjadi hambatan dalam menulis ? Bagaimana teknik membuat cerita pengalaman agar bisa diterima oleh masyarakat ?
Jawaban : Jangan takut untuk menulis apalagi usia senja, lihat saja seperti penulis harry potter itu adalah wanita yang tua. 
Banyak membaca novel yang best seller, kita lihat ,kita suka, bercerita saja seperti itu, gunakan ATM(Amati Tiru Modifikasi). Karena tidak ada didunia ini yang tidak meniru, asal tidak plagiat secara utuh karya orang lain, timbulkan ciri khas tulisan kita.

4.Adhizam Arspani, Mengenai Alur,apakah ada tipe selain alur itu ?
Jawaban : Ada, yakni Alur Terbuka  adalah diselesaikan sendiri oleh pembaca dan Alur Tertutup adalah yang  langsung diselesaikan oleh penulis.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasakan Atmosfer Menulis !

Antologi Surga Berbagi

Pentingnya Diksi dan Seni Bahasa