Tips Menulis Cerita Fiksi Ala Asma Nadia
"Semua bisa menjadi penulis"
Siapapun bisa menjadi penulis, tanpa batasan usia, bahkan Aini anak kecil umur 5 tahun dapat menerbitkan buku. Di Swiss ada teman beliau berumur 60 namanya Susanti yang diterbitkan bukunya setelah pensiun, dan mempunyai banyak anak-anak serta cucunya. Maka manfaatkan waktu luang yang ada diberikan kepada kita semua. Bahkan menulis tanpa syarat pendidikan, siapa saja bisa menulis tanpa harus menempuh jenjang apapun. Tanpa syarat penampilan, profesi yang tanpa diskriminasi menurut beliau karena tanpa memandang fisik yang gendut, wajah yang berjerawat, harus good looking, dan lain lain. Fleksibilitas waktu pun kita sendiri yang menentukan bisa pagi, sebelum tidur, atau kapan-pun. Fleksibilitas tempat, beliau termasuk orang yang nyaman menulis dirumah, tetapi untuk yang ingin menulis di cafe, ketika makan siang karena profesinya kerja di bank, carilah tempat yang membuat kita nulis mengalir dengan derasnya. Bisa diduet profesi lain, apapun profesi ,kita dapat menulis itu semua dengan latar belakang profesi kita, karena kita yang paling tahu pengalaman, pendidikan , latar belakang adalah kita karena itu merupakan kekayaan yang harus di fasilitasi. Kerja sekali, penghasilan berkali-kali, contohnya beliau menulis surga yang tak dirindukan dari 2000 diterbitkan 2007, ketika itu dimuat secara bersambung, beliau dapat honor dalam sekali pemuatan.
"Tulisan itu tidak ada basinya "
Keberkahan menulis adalah ketika bisa berjalan-jalan, bahkan oleh-oleh kegiatan perjalanan itu adalah buku lagi. Untuk penulis yang mahal itu adalah PENGALAMAN. Makin banyak pengalaman ,makin banyak yang bisa sharing untuk orang lain.
Kisah Nyata Menjadi Tulisan : Fiksi atau Non Fiksi?
Buku non fiksi bisa dijadikan buku fiksi, seperti judul buku " Catatan Hati Seorang Istri" dijadikan beliau fiksi yang berjudul " Surga yang tak dirindukan". Jadi kalau kehabisan ide bisa aja kita adaptasi dari buku fiksi menjadi non fiksi yang dikembangkan dan sebaliknya.
Untuk menulis maka tuliskan saja apa adanya, misalnya tema keikhlasan, tetapi batin kita merasa belum ikhlas, maka disclaimer saja perasaan itu dengan menuliskan " Penulis sebenarnya hingga saat ini belum ikhlas dalam..../ Hamba hingga sekarang masih belum ikhlas menjalani hidup..." silahkan saja dikembangkan.
Cara Menulis Non Fiksi Kisah Nyata
1. Untuk menulis non fiksi harus lebih lengkap,komplit daripada tema yang dipasaran atau ketoko buku sejenis yang dihadirkan, plus dan minus dari buku dipasaran, maka risetlah terlebih dahulu.
2. Ambil sudut pandang lain yang belum dituliskan oleh orang lain.
3. Gagasan/ benang merah yang sama.
4. Petakan Ide.
5. Kerangka Karangan (Inti dari tiap Bab).
6. Riset.
7. Deadline.
8. Perkaya dengan contoh kasus, bisa googling atau interview atau lihat youtube dan lain lain.
9. Edit setelah selesai, secara logika cerita, kerangka tokoh harus konsisten, ejaan,
(...,) artinya masih berlanjut
( .... ) artinya selesai
"Penulis harus disiplin dan komitmen"
Menyulap Kisah Nyata dari Inspirasi Cerita Pendek
Dalam melihat kisah nyata yang kita alami, bisa dijadikan cerita pendek kalau belum bisa membuat novel. Jadi apapun masalah dan harapan yang kita dapatkan dari kehidupan nyata cobalah dulu dengan membuat cerita pendek.
Menyulap Inspirasi atau Detail Novel
Ketika kita mendengar cerita orang sakit tentang suatu penyakit yang mana didapatkan beliau ketika ke beijing. Dan orang yang punya penyakit tersebut meminta agar dijadikan buku agar orang-orang waspada mengenai penyakit tersebut. Maka di detailkan saja penyakitnya dan latar belakangnya.
Sumber ide
Ternyata bisa dari headline koran. beliau melihat di koran seorang ART meninggal jatuh dari lantai 3, tetapi setelah diselidiki ternyata itu pembunuhan berencana yang dilakukan oleh majikannya, berangkat dari situ beliau berkata bahwa beliau memiliki pembantu dirumah, akhirnya beliau angkatlah kisah dari koran tersebut menjadi novel yang berjudul " Bidadari Berbisik".
Perjalanan bisa juga menjadi sumber ide. Seperti saat beliau ke Eropa dengan menggunakan jilbab, dan mengetahui sudut pandang orang Eropa mengenai jilbab, lalu akhirnya beliau menyadari bahwa jilbab adalah simbol untuk syiar agama, dan memperlihatkan kepada orang-orang Eropa bahwa walaupun menggunakan Jilbab tetapi tidak seperti yang mereka sangka. Maka catatlah orang-orang menarik yang ditemui, tempat/warna lokal yang dilalui.
Beliau berkata bahwa ia memiliki editor pribadi. Editor pribadi tidak harus yang selalu memuji, tapi melihatkan kekurangan buku yang kita tuliskan agar menjadi lebih baik.
Imajinasi dapat juga menjadi sumber ide.
Kisah Tokoh Inspiratif pun bisa menjadi novel, tetapi ketika membuat autobiografi menjadi novel hal imajinasi ini maka jangan lupakan
" Pengalaman sebagai Guru Terbaik dan Sebagai Ajang Latihan Menulis Termudah"
Semua pengalaman tidak semuanya bisa dipilih dan ditulis, jadi caranya pilihan pengalaman yang "TER". Tersedih, Tersenang, Terbaik, Ter-emosi dan Ter lainnya. Maka buku harian bisa menjadi salahsatu altenatif tabungan untuk menulis novel.
Konsep Membuat Novel Fiksi
1. Memulai dari Premis, contoh seorang istri yang mengira rumahnya surga yang dirindukan ternyata suaminya diam-diam sudah menikah dan memiliki anak. Premis harus definitif.
2. Memilih Setting Tempat dan Waktu, Kalau bisa angkat tempat lokal, karena sekarang masih jarang hal tersebut diangkat oleh penulis, Apalagi mengenai daerah di Indonesia.
3. Memilih Tokoh, pilihlah tokoh yang bisa menggerakkan pembaca, membawa cerita kita, menciptakan emosi pembaca, makin detail bisa mendefinisikan tokoh maka makin bagus. Keterkaitan tokoh satu sama lainnya harus nyambung. Hadirkan tokoh yang penting. pilih sudut pandang POV, beliau tidak bisa menulis hanya dengan satu sudut pandang. Contohnya novel dari korea yang berjumlah 7 bab, sudut pandangnya adalah "Aku" tetapi tiap BAB orang aku nya beda.
4. Perkuat Konflik, kalau fiksi maka perkuatlah konflik didalamnya.
5. Inspirasi yang Menggerakkan, , hadirkan pesan didalam fiksi yang dibuat. Pesan bisa disampaikan melalui tokoh, misal tokoh yang ceroboh maka selipkan pesan agar tidak ceroboh, bisa melalui narasi, dialog. Jangan sampai menghakimi.
Sesi Pertanyaan
1. Yusika, Bagaimana Tips membuat judul cerita bisa semenarik itu ?
Jawaban :
Banyak membaca, karena kalau melakukan hal itu kita sudah melalui banyak tulisan yang membantu kita membuat judul, stabilo parafrase yang unik dalam bacaan kita. Bongkar pasang kata yang telah kita stabillokan. Tulislah banyak judul alternatif. Lihatlah Trend, tetapi di filter juga karena kalau terlalu trend hardcore maka tidak bisa di filmkan. Beliau mencari judul yang megah dengan niat membuat novel yang bagus dan cocok difilmkan dilayar kaca.
2. Eka Ludi, Bagaimana menciptakan ending cerita yang menarik ?
Jawaban :
Biasanya buatlah sinopsis singkat, jadi sudah meng-utuhkan cerita. Meskipun kadang tidak ada cerita yang menemukan endingnya, jadinya ending gantung menjadi part 2. Kadang-kadang ending bisa berubah, jadi ikuti saja lah alirannya, baca bab sebelumnya agar menemukan ending yang tepat. Cara yang paling bagus banyak banyak membaca, amati penulis lainnya mengakhiri tulisannya. Intinya konfik utama harus selesai walaupun cerita lainnya masih belum selesai.
3. Nur Rahma, Bagaimana cara membuat cerpen jadi novel, cara menemukan konflik ?
Cerpen kita bisa menjadi sinopsis, tinggal dipertimbangan apakah ada tokoh lain,detail lain. Kalau narasumber mengatakan opening cerpen dan novelnya berbeda, endingnya juga beda. Cerpen biasanya mempunya 1 inti masalah, sedangkan novel mempunyai konflik yang banyak. Kalau cerpen tidak defentitif, sedangkan novel defentitifnya lebih mendalam dan kaya.
Konflik adalah masalah. Jadi dalam menulis novel masalah harus jelas dan kuat, pikirkan juga apakah masalah itu dirasakan oleh orang lain. semakin relate dengan masalah orang lain, semakin banyak yang membaca. Dan banyak membaca, karena makin banyak membaca ,makin banyak wawasan,apalagi konflik dibuku-buku sejenis. Jadi bisa tidak membuat pengulangan.
"Menulis itu kendala-kendalanya dilapangan, jadi banyak praktik menulislah terlebih dahulu maka kita akan menemukan cara membuat dan menyelesaikan novel kita "
"Temukanlah alasan kalian untuk menulis,karena alasan tersebutlah yang bisa menjadikan kita penulis atau tidak"
Menuliskan pengalaman belajar ini ilmu yang sudah diberikan bisa kita baca berulangkali. Terimakasih sudah menuliskan dan membagikannya Mas. Barokah.
BalasHapusSiap satu novel ya Pak Ketu!
BalasHapusMasya Allah ..keren Pak. Makasih ya,. saya pun mendapat ilmu dari tulisan ini.
BalasHapus