Pemanasan Tantangan Buku Januari Berseri !
" Kita bisa menulis apapun, tetapi tidak semua tulisan layak terbit "
(Prof Richardius Eko Indrajit)
Hari ini saya akan meluncur ke Instabul Turki bersama mama tercinta saya dari bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Rombongan berjumlah 45 orang yang dipimpin oleh Ustadz Fudhail petugas dari travel NRA. Adapun waktu berangkatnya adalah jam 09.50 WIB. Semoga keberangkatan ini selalu diberi keberkahan dan keselamatan oleh Allah Swt. Sambil menunggu waktu terbang, saya akan meresume youtube yang berjudul " Mencari Judul dan Tema Penulisan" yang dikirim oleh Prof Richardius Eko Indrajit tadi malam.
Adapun narasumbernya dari penerbit Andi Yogyakarta yakni Bapak Joko Mumpuni yang berdurasi 1:05:44 di Prof EKOJI Channel. Buku mayor yang diterbitkan dalam video ini adalah " September Ceria". Bagi saya ini adalah pemanasan sebelum terjun menulis ke buku yang akan diterbitkan sesuai tantangan Prof Eko tadi malam yakni " Januari Berseri".
Bagaimana memilih judul yang layak terbit ?
Menurut Bapak Joko Mumpuni setiap bulan penerbit Andi menerima 300 naskah tulisan, bahkan ketika pandemi kemarin naik menjadi 700 naskah tulisan, padahal yang penerbit Andi terbitkan adalah hanya 40 buku. Ketika masa pandemi diturunkan menjadi 30 buku. ada beberapa motivasi dalam menulis diantaranya ;
1. Orientasi pada profit.
2. Nirlaba (CSR/Pengabdian)
3. Branding/ Promosi.
4. Memenuhi regulasi/Akreditasi
Motivasi tersebut yang akan menentukan seberapa penting memilih tema.
Perlu kita ketahui bersama bahwa penerbit tidak akan menerbitkan buku kita kalau tidak mendatangkan keuntungan atau buku itu laku. Karena jika tidak laku maka penerbit akan mengalami kerugian yang besar. Maka penentuan tema sangat diperlukan jika buku kita mau diterbitkan.
Sistem penilaian di penerbitan :
- Editorial : bobot kurang lebih 10 %
- Peluang potensi pasar : Bobot kurang lebih 50 %-100%
- Keilmuan : bobot kurang lebih 30 %
- Reputasi penulis : bobot kurang lebih 10 %-100 %
Naskah yang akan diterbitkan biasanya adalah
1. Tema tak populer, penulis populer.
2. Tema populer, penulis populer.
3. Tema populer, penulis tak populer.
Adapun yang tidak bakal diterbitkan adalah tema tak populer, penulis tak populer.
Sekarang sangat mudah untuk menentukan tema yang populer dengan kecanggihan teknologi yakni melalui google trends. Jadi kita tidak akan kehabisan tema yang populer. Cek di google trends untuk menentukan tema yang kita pilih populer atau tidak. lalu setelah dicek ternyata populer maka langsung kirimkan ke penerbit.
Penerbit biasanya juga mengecek reputasi penulis di google scholar, untuk penerbit andi minimal yang membaca adalah 2000 pembaca. Jadi sering-seringlah menulis di blog maupun di google scholar dan semacamnya.
Bahkan kalau kita penulis pemula, maka akan dicek oleh tim penerbit mengenai reputasi penulis melalui media sosial Instagram, Facebook, Twitter dan semacamnya atau ketika mempunyai grup komunitas yang berjumlah 3000 an orang. Jika banyak ,maka biasanya akan dipertimbangan bahkan langsung lolos untuk diterbitkan. Jadi mulailah perbanyak manfaat di media sosial kita.
Sementara itu dulu yang dapat saya tulis karena baterai tinggal 5%, adapun kesimpulannya dalam memilih judul yang layak adalah :
1. Judul atau tema harus yang menguntungkan penerbit dan laku dipasaran.
2. Pilih tema yang populer, dan penulis yang populer.
3. Jika kita belum memiliki reputasi penulis, maka sering seringlah menulis di google scholar atau di media sosial kita, karena itu menjadi salahsatu pertimbangan buku kita diterbitkan atau tidak oleh penerbit.
"Menulis Setiap Hari , Maka Keajaiban akan Terjadi di Hidup Kita"
Semangat Pak Edmu
BalasHapusMantap. Mengawali Januari berseri. Ada informasi bagus nih. Bismillah semoga bisa sesuai kriteria
BalasHapusKeren Pak!
BalasHapusWow turki
BalasHapusTulisan yg bermanfaat.
BalasHapusSelamat jalan, semoga mendapat umroh yg mabrur Pak
Akh padamu pak edmu
BalasHapus