Mengenal Writer's Block

 

Judul                : Mengenal Writer's Block

Resume Ke      : 7

Gelombang      : 28

Tanggal            : 23 Januari 2023

Tema                : Mengatasi Writer's Block

Narasumber     : Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr.

Moderator        : Raliyanti, S.Sos., M.Pd

"Siapa pun yang ingin menjadi penulis andal, maka harus siap dengan segala prosesnya"

(Ditta Widya Utami)

        Alhamdulilah hari ini seharian penuh keliling di Kota Istanbul, dan pukul di Turki sekarang adalah 20.28 sedangkan di Indonesia 01.28 WIB. Sungguh hari yang melelahkan, tetapi karena berusaha menjadikan menulis adalah kebutuhan,jadi sekali kebutuhan tetap kebutuhan. Sekilas info sebelum membuat resume mengenai cuaca di Turki hari ini dari pagi sampai malam dingin di angka 1 derajat. Jadi bagi pembaca yang ingin pergi ke Turki suatu saat pada Bulan Januari, maka siapkan jaket yang tebal.

        Pada resume pembuka kali ini, moderator yakni Ibu Raliyanti memberi suntikan semangat kepada peserta KBMN 28 agar selalu semangat dalam menulis agar mimpi kita lekas terwujud. Ibu Raliyanti mempunya buku solo yang pertama berjudul " Wujudkan Mimpi Terbitkan Buku" dan buku yang kedua berjudul " Guru di Era Digital" serta memiliki 17 buku antologi baik fisi maupun non fiksi.

        Pemateri kali ini adalah alumni KBMN gelombang ke-7. Ibu muda segudang prestasi ini sudah senang membaca dari sebelum SD dengan buku-buku cerita dan senang menulis sejak di sekolah dasar di dalam buku diary. Hingga SMA, beliau masih tetap menulis diary sehingga menurut teman dekatnya yang berkomentar tulisan beliau berkata bahwa tulisannya sudah seperti novel. Beliau mengatakan bahwa menulis appaun yang dirasakan bisa menjadi self healing yang baik. Bahkan saat ini beberapa psikolog menyarankan kepada pasiennya untuk menulis sebagai salahsatu caara mengatasi depresi. Jika pembaca pernah menonton film "Joker" disana ada adegan ketika Artur Fleck (Joker) sedang berkonsultasi kepada psikolog mengenai penyakitnya yang tidak bisa mengontrol tawanya diakibatkan pukulan dikepalanya sewaktu remaja oleh suatu geng di film tersebut. Dan psikolog pun menyarankan untuk menulis diary setiap harinya. 

        Pemateri termasuk cukup vakum lama untuk menulis ketika masuk dunia kerja. Karena mengajar di boarding school dengan aktivitas yang padat membuat terjadi hal tersebut. Hingga di masa pandemi, beliau mengikuti kelas menulis bersama PGRI , dan karena hal itu menjadi aktif lagi menulis, bahkan berkesempatan menulis bersama Prof. Eko yang terpilih bukunya terbit di penerbit Mayor.

"Menulis tidak bisa lepas dari kita sebagai makhluk yang berbahasa dan berbudaya"

           Cakupan menulis itu luas, ada beberapa bentuk yakni diary, karya tulis ilmiah, cerpen, artikel, resume, dan sebagainya. Menulis adalah kata kerja yang hasilnya bisa sangat beragam. Oleh karena itu tak hanya novelis, cerpenis, jurnalis atau blogger, namun ada juga copywriter yg tulisannya mengajak orang untuk membeli produk, ada content writer yang bertugas membuat tulisan profesional di website, ada script writer penulis naskah film/sinetron, ada ghost writer, technical writer, hingga UX writer, dll.aktanya, penulis-penulis tersebut masih bisa terserang virus WB alias Writer's Block. Tak peduli tua atau muda, profesional atau belum, WB bisa menyerang siapa pun yang masuk dalam dunia kepenulisan. Oleh karena itu, penting bagi seorang penulis untuk mengenali WB dan cara mengatasinya.

Apa sih WB alias Writer's Block itu ?


Istilah writer's block sebenarnya sudah ada sejak tahun 1940an. Diperkenalkan pertama kali oleh Edmund Bergler, seorang psikoanalis di Amerika. Ibarat penyakit, tentu akan lebih mudah disembuhkan bila kita mengetahui faktor penyebabnya, bukan? Begitu pula dengan WB. Agar bisa terhindar atau segera terlepas dari WB, maka kita perlu mengenali penyebabnya.

Bagaimana solusinya ?

1. Mencoba hal baru dalam menulis bisa jadi alternatif solusi. 

2. Membaca buku-buku ringan untuk cemilan otak.

3.Free Writing atau menulis bebas. Kondisi menulis dimana kita tidak memikirkan salah eja, salah ketik, kohenrensi, dan sebagainya.

"Tulisan buruk jauh lebih baik dairpada tulisan yang tidak selesai"

Sesi Pertanyaan

1. Murgiani dari Kabupaten Tangerang, Bagaimana cara memulai untuk memperkenalkan budaya digital pada anak SD ? Dan mengingat sekolah tempat saya mengajar bukan kategori lingkungan yang baik. Orang tua murid cenderung mengatur guru, sementara dg kondisi mereka yang berpengetahuan level bawah ? beliau menjawab dengan sebuah artikel yang ringkasnya adalah dengan memperkenalkan bahaya ketika tidak menyaring informasi , lalu memaparkan alasan adanya konten negatif dunia digital, dan mensosialiasikan serta mengimplementasikan Pancasila dalam berbudaya digital, lengkapnya ada di sini 

>https://www.kompasiana.com/amp/ditta13718/62f536faa51c6f7f06629172/literasi-digital-kemkominfo-bagian-1-literasi-dan-budaya-digital

Lalu memperkenalkan etika dalam dunia digital seperti mempertimbangkan sebelum membagi pesan di sosial media, lengkapnya ada di sini

>https://www.kompasiana.com/ditta13718/62f53edba51c6f0496200b63/literasi-digital-kemkominfo-bagian-2-etika-digital

untuk pertanyaan kedua, beliau menjawab kuncinya adalah komunikasi. Sampaikan dengan niat yang baik dan tulis dari hati. Karena apa yang disampaikan dari hati, akan sampai ke hati pula.

2. Maria Ulfa dari Lombok, Apa yang paling penting dipersipakan untuk menjadi seorang penulis ? beliau menjawab, memiliki mental seorang penulis, yang bermakna adalah dengan menggunakan segala platform yang tersedia untuk menulis, entah melalui whatsap, instagram, laptop, buku ,whatpad dan sebagainya. Lalu kita harus siap dikritik. Lebih lengkapnya ada di link berikut ini 

https://youtu.be/UkRDLmA4dUY

3. Etik Nurinto, S.Pd.SD. dari Pemalang, Apa yang menurut Ibu Ditta paling sulit saat menulis dan bagaimana cara mengatasinya ? beliau menjawab, Yang paling sulit saat menulis menurut saya adalah percaya dengan tulisan sendiri.Terkadang kita baru percaya tulisan kita baik, ketika ada orang yang berkomentar baik. Kita terlalu khawatir dengan penilaian orang lain, padahal sejatinya tak pernah ada manusia yang sempurna. Buku buku best seller pun ada edisi revisinya, kan? Cara mengatasinya dengan mengingat niat awal kita menulis. Mengingat kembali masa masa dimana kita menikmati proses menulis itu sendiri dan berdoa.


" Rahasia untuk maju adalah memulai. Rahasia untuk memulai adalah memecah tugas-tugas rumit anda yang luar biasa menjadi tugas-tugas kecil yang dapat dikelola, dan kemudian memulai dari yang pertama"

(Mark Twain)

        Alhamdulilah tuntas sudah menulis resume pada kali ini, sebelum menutup resume dan beristirahat saya akan bercerita sedikit tentang lokasi foto diatas ini. Itu didalam benteng Kesultanan Ustmani/ Ottoman di posisi tengah. Sebelum benteng ini diduduki oleh Sultan Muhammad Al fatih, sangat sulit menembus benteng tersebut dikarenakan ada tiga lapis benteng yang besar ,dimana setiap benteng setelahnya ada air, jika ada musuhnya yang menembus pasti terjebak di air tersebut, dan pasti mati. tetapi berkat kegigihan, kecerdasan  Sultan Al fatih beliau memikirkan solusi out the box yang mana membuatnya menang saat itu, lebih lengkapnya nanti baca saja buku mengenai sejarah Sultan Al Fatih. dari Sultan Al Fatih ini kita belajar khususnya dalam hal menulis yakni :

1. Kegigihan akan melahirkan hasilnya yang luar biasa.

2. Kecerdasan dalam memanagemen waktu akan melahirkan karya yang tak terduga, bahkan bisa melampaui mimpi yang kita tuliskan di genangan pikiran dan hati. Serta kita akan menang sebagai penulis sejati.

3. Ketika kegigigan dan kecerdasan bersatu maka akan menciptakan penulis yang out the box yakni gaya penulisan super kreatif. Semoga kita bisa mencapai kondisi ini.

Semangat selalu penulis pemula, kita berjuang bersama-sama untuk mencerdaskan bangsa Indonesia melalui pena dan tarian jari-jemari kita.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasakan Atmosfer Menulis !

Antologi Surga Berbagi

Pentingnya Diksi dan Seni Bahasa